Rabu, 11 Januari 2017

Sistem Informasi Geografis Pertemuan 10 Web Service Geospasial


LATAR BELAKANG

Dalam pembahasan kali ini saya akan sedikit membahas atau menjelaskan apa itu web service geospasial maaf apabila ada kekurangan karena saya juga masih belajar. Data geospasial itu adalah dimensi atau ukuran dari bumi lebih jelas nya saya akan jelaskan secara rinci, dan apa itu web service yaitu sebuah  database dan software  yang dimana kita bias mengakses nya kita bias sebut web service itu ialah jembatan nya sodara sodara.


PEMBAHSAN DAN SOLUSI MASALAH

            Web service adalah aplikasi sekumpulan data (database), perangkat lunak (software) atau bagian dari perangkat lunak yang dapat diakses secara remote oleh berbagai piranti dengan sebuah perantara tertentu.  Secara umum,web service  dapat diidentifikasikan dengan menggunakan URL seperti hanya web pada umumnya. Namun yang membedakan web service dengan web pada umumnya adalah interaksi yang diberikan oleh web service. Berbeda dengan URL web pada umumnya, URL web service hanya menggandung kumpulan informasi, perintah, konfigurasi atau sintaks yang berguna membangun sebuah fungsi-fungsi tertentu dari aplikasi.

Web service dapat diartikan juga sebuah metode pertukaran data, tanpa memperhatikan dimana sebuahdatabase ditanamkan, dibuat dalam bahasa apa sebuah aplikasi yang mengkonsumsi data, dan di platform apa sebuah data itu dikonsumsi. Web service mampu menunjang interoperabilitas. Sehingga web service mampu menjadi sebuah jembatan penghubung antara berbagai sistem yang ada.

Menurut W3C Web services Architecture Working Group pengertian Web service adalah sebuah sistem softwareyang di desain untuk mendukung interoperabilitas interaksi mesin ke mesin melalui sebuah jaringan. Interfaceweb service dideskripsikan dengan menggunakan format yang mampu diproses oleh mesin (khususnya WSDL). Sistem lain yang akan berinteraksi dengan web service hanya memerlukan SOAP, yang biasanya disampaikan dengan HTTP dan XML sehingga mempunyai korelasi dengan standar Web (Web Services Architecture Working Group, 2004).

Web pada umumnya digunakan untuk melakukan respon dan request yang dilakukan antara client dan server. Sebagai contoh, seorang pengguna layanan web tertentu mengetikan alamat url web untuk membentuk sebuahrequest. Request akan sampai pada server, diolah dan kemudian disajikan dalam bentuk sebuah respon. Dengan singkat kata terjadilah hubungan client-server secara sederhana.

Sedangkan pada web service hubungan antara client dan server tidak terjadi secara langsung. Hubungan antaraclient dan server dijembatani oleh file web service dalam format tertentu. Sehingga akses terhadap databaseakan ditanggani tidak secara langsung oleh server, melainkan melalui perantara yang disebut sebagai web service. Peran dari web service ini akan mempermudah distribusi sekaligus integrasi database yang tersebar di beberapa server sekaligus.


APA ITU GEOSPASIAL ?      

Data Geospasial adalah data yang berkaitan dengan lokasi geografis, dimensi atau ukuran, dan/atau karakteristik obyek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah, pada, dan di atas permukaan bumi.

Informasi Geospasial adalah data geospasial yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengemabilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Informasi geospasial dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

Informasi Geospasial Dasar adalah penyajian informasi geospasial mengenai obyek yang dapat dilihat secara langsung, atau diukur dari kenampakan fisik di muka bumi dan yang tidak berubah dalam waktu relatif lama.

Informasi Geospasial Tematik adalah informasi geospasial yang menyajikan satu atau lebih tema tertentu (berkaitan dengan unsur muka bumi) yang dibuat dengan mengacu pada informasi geospasial dasar.

Informasi Geospasial Dasar

Informasi Geospasial Dasar meliputi Jaring Kontrol Geodesi dan Peta Dasar. Jaring Kontrol Geodesi terdiri atas Jaring Kontrol Horisontal Nasional, Jaring Kontrol Vertikal Nasional, dan Jaring Kontrol Gaya Berat Nasional; sedang peta dasar berupa Peta Rupabumi Indonesia, Peta Lingkungan Pantai Indonesia, dan Peta Lingkungan Laut Nasional. Peta dasar yang dimaksud tersebut terdiri dari layer-layer garis pantai, hipsografi, perairan, nama unsur rupabumi (geografi), batas wilayah, transportasi dan utilitas, bangunan dan fasilitas umum, dan penutup lahan.

Informasi Geospasial Dasar diselenggarakan secara bertahap dan sistematis untuk seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indoenesia dan wilayah yurisdiksinya. Informasi Geospasial Dasar akan dimutkhirkan secara periodik dalam jangka waktu tertentu. Informasi Geospasial Dasar hanya diselenggarakan oleh Pemerintah, dalam hal ini dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG).

Informasi Geospasial Tematik

Pembangunan Informasi Geospasial Tematik wajib mengacu pada Informasi Geospasial Dasar. Di dalam pembuatan Informasi Geospasial Tematik, pembuat dilarang mengubah posisi dan tingkat ketelitian geometris bagian Informasi Geospasial Dasar, dan/atau membuat skala Informasi Geospasial Tematik lebih besar dari skala Informasi Geospasial Dasar yang menjadi acuannya.

Informasi Geospasial Tematik dapat diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah (pusat dan daerah), dan/atau setiap orang. Instansi pemerintah di dalam menyelenggarakan Informasi Geospasial Tematik harus berdasarkan tugas, fungsi, dan kewenangannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada. Instansi pemerintah di dalam penyelenggaraan Informasi Geospasial Tematik dapat bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG). Penyelenggaraan Informasi Geospasial Tematik oleh setiap orang hanya untuk kepentingan sendiri dan selain yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah. Badan Informasi Geospasial dapat menyelenggarakan Informasi Geospasial Tematik dalam hal Informasi Geospasial Tematik yang belum diselenggarakan oleh instansi pemerintahWEB SERVICE GEOSPASIAL


KESIMPULAN DAN SARAN

Dari apa yang telah saya sedikit paparkan maka akan dapat sedikit kesimpulan yaitu kita dapat melakukan kegiatan yang ada di system karena adanya web service sebagai jembatan nya dan selain itu kita dapat mengetahui apa itu geospasial dan berbagai jenis nya.


REFERENSI




DATA DIRI

Nama               : Ketut Adi Wijanarko
NPM               : 1144031
Kelas               : 3D D4 Teknik Informatika
Mata Kuliah    : Sistem Informasi Geografis
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia


URL GitHub
https://github.com/KetutAdiW/sig-ketut-adi-wijanarko-1144031-d4-ti-3d-poltekpos/blob/master/doc/kuliah/pertemuan%2010/pertemuan10.md
Plagiarisme
https://drive.google.com/open?id=0B6T8zh1IttsDSUFNaGpRclJrSGs
https://drive.google.com/open?id=0B6T8zh1IttsDNEk1Vl82NEFFSFE

 

 

Selasa, 10 Januari 2017

Keamanan Jaringan Pertemuan 9 IDS VS IPS


Latar Belakang Masalah

Secara umum Firewall digunakan untuk mengontrol akses untuk siapapun yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, pengertian firewall dipahami dengan istilah generik yang merujuk pada fungsi firewall sebagai sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berlainan. Mengingat sekarang ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, sehingga fungsi fire-wall menjadi hal yang sangat penting.

Pembahasan dan Solusi Masalah

IPS dan IDS sistem mencari intrusi dan gejala dalam lalu lintas. IPS/IDS systems would monitor for unusual behavior, abnormal traffic, malicious coding and anything that would look like an intrusion by a hacker being attempted. sistem IPS / IDS akan memantau perilaku yang tidak biasa, lalu lintas normal, coding berbahaya dan apa pun yang akan terlihat seperti penyusupan oleh hacker yang berusaha.

IPS (Intrusion Prevention System) systems are deployed inline and actually take action by blocking the attack, as well as logging the attack and adding the source IP address to the block list for a limited amount of time; IPS sistem (Intrusion Prevention System) dikerahkan inline dan benar-benar mengambil tindakan dengan memblokir serangan, serta penebangan serangan itu dan menambahkan sumber alamat IP ke daftar blok untuk waktu terbatas; or even permanently blocking the address depending on the defined settings. atau bahkan permanen memblokir alamat tergantung pada pengaturan yang ditetapkan. Hackers take part in lots of port scans and address scans, intending to find loop holes within organizations. Hacker mengambil bagian dalam banyak scan port dan alamat, berniat untuk mencari loop hole dalam organisasi. IPS systems would recognize these types of scans and take actions such as block, drop, quarantine and log traffic. sistem IPS akan mengenali jenis scan dan mengambil tindakan seperti blok, drop, karantina dan log lalu lintas. However this is the basic functionality of IPS. Namun ini adalah fungsi dasar dari IPS. IPS systems have many advanced capabilities in sensing and stopping such attacks. sistem IPS memiliki banyak kemampuan canggih dalam penginderaan dan menghentikan serangan tersebut.

IDS vs IPS IDS vs IPS

IDS (Intrusion Detection System) systems only detect an intrusion, log the attack and send an alert to the administrator. IDS sistem (Intrusion Detection System) hanya mendeteksi penyusupan, log serangan dan mengirimkan peringatan ke administrator. IDS systems do not slow networks down like IPS as they are not inline. IDS sistem tidak jaringan lambat turun seperti IPS karena mereka tidak inline.

You may wonder why a company would purchase an IDS over an IPS? Anda mungkin bertanya-tanya mengapa sebuah perusahaan akan membeli IDS melalui IPS? Surely a company would want a system to take action and block such attacks rather than letting it pass and only logging and alerting the administer. Tentunya perusahaan ingin sistem untuk mengambil tindakan dan memblokir serangan tersebut daripada membiarkannya berlalu dan hanya masuk dan mengingatkan kelola tersebut. Well there's a few reasons; Nah ada beberapa alasan; however there are two primary reasons which stand out. Namun ada dua alasan utama yang menonjol. IDS systems if not fine tuned, just like IPS will also produce false positives. IDS sistem jika tidak diperbaiki, seperti IPS juga akan menghasilkan positif palsu. However it would be very annoying to have an IPS system producing false positives as legitimate network traffic will be blocked as where an IDS will just send alerts and log the false attack. Namun itu akan sangat mengganggu untuk memiliki sistem IPS memproduksi positif palsu sebagai lalu lintas jaringan yang sah akan diblokir sebagai mana IDS hanya akan mengirim peringatan dan log serangan palsu. The 2nd reason is some administrators and managers do not want a system to take over and make decisions on their behalf; 2 alasannya adalah beberapa administrator dan manajer tidak ingin sistem untuk mengambil alih dan membuat keputusan atas nama mereka; they would rather receive an alert and look into the problem and take action themselves. mereka lebih suka menerima peringatan dan melihat ke dalam masalah dan mengambil tindakan sendiri.

However that said today you will find solutions with both capabilities of IDS and IPS built in. IDS can be used initially to see how the system behaves without actually blocking anything. Namun yang mengatakan hari ini Anda akan menemukan solusi dengan kedua kemampuan IDS dan IPS dibangun di. IDS dapat digunakan pada awalnya untuk melihat bagaimana sistem berperilaku tanpa benar-benar menghalangi apa-apa. Then once fine tuned IPS can be turned on and the system can be deployed inline to provide full protection. Kemudian IPS sekali diperbaiki dapat diaktifkan dan sistem dapat digunakan inline untuk memberikan perlindungan penuh.

IPS and IDS vs Firewalls IPS dan IDS vs Firewall

Not having an IPS system result in attacks going unnoticed. Tidak memiliki hasil sistem IPS dalam serangan akan ketahuan. Don't forget a firewall does the filtering, blocking and allowing of addresses, ports, service, but also allows some of these through the network as well. Jangan lupa firewall tidak penyaringan, memblokir dan memungkinkan alamat, port, layanan, tetapi juga memungkinkan beberapa tersebut melalui jaringan juga. However this means that the access allowed is just let through, and firewalls have no clever way of telling whether that traffic is legit and normal. Namun ini berarti bahwa akses diperbolehkan hanya membiarkan melalui, dan firewall tidak memiliki cara cerdas untuk mengatakan apakah lalu lintas yang legit dan normal. This is where the IPS and IDS systems come into play. Di sinilah IPS dan IDS sistem ikut bermain.

So where firewalls block and allow traffic through, IDS/IPS detect and look at that traffic in close detail to see if it is an attack. Jadi di mana firewall block dan memungkinkan lalu lintas melalui, IDS / IPS mendeteksi dan melihat bahwa lalu lintas di dekat detail untuk melihat apakah itu adalah serangan. IDS/IPS systems are made up of sensors, analysers and GUI's in order to do their specialised job. IDS / sistem IPS terdiri dari sensor, analisa dan GUI dalam rangka untuk melakukan pekerjaan khusus mereka.

The Job of an IPS\IDS system Job sistem IPS \ IDS

Let's take a closer at an IPS/IDS (also known as IPD systems). Mari kita lebih dekat pada IPS / IDS (juga dikenal sebagai sistem IPD).

Most common attack types that IPS and IDS systems are used for are; jenis serangan yang paling umum yang IPS dan IDS sistem yang digunakan adalah;

Policy Violations - Rules, protocols and packet designs that are violated. Pelanggaran kebijakan - Aturan, protokol dan desain paket yang dilanggar. An example would be an IP packet that are incorrect in length. Sebuah contoh akan menjadi paket IP yang tidak benar panjang.

Exploits - Attempts to exploit a vulnerability of a system, application or protocol. Eksploitasi - Upaya untuk mengeksploitasi kerentanan sistem, aplikasi atau protokol. An example would be a buffer overflow attacks. Sebuah contoh akan menjadi serangan buffer overflow.

Reconnaissance - Is a detection method that is used to gain information about system or network such as using port scanners to see what ports are open. Pengintai - Apakah metode deteksi yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang sistem atau jaringan seperti menggunakan port scanner untuk melihat apa port yang terbuka.

DOS\DDOS - This is when an attack attempts to bring down your system by sending a vast amount of requests to it such as SYN flood attacks. DOS \ DDOS - ini adalah ketika serangan mencoba untuk membawa sistem anda dengan mengirimkan sejumlah besar permintaan untuk itu seperti serangan banjir SYN.

IPS Techniques to defend against Attacks Teknik IPS untuk membela terhadap Serangan

Intrusion prevention sensors look at header and data portions of the traffic looking for suspicious traffic that indicate malicious activity. sensor pencegahan intrusi melihat header dan data bagian dari lalu lintas mencari lalu lintas yang mencurigakan yang menunjukkan aktivitas berbahaya.

IPS/IDS solution have the ability to detect threats using a database of signatures, using anomaly detection techniques looking for abnormal behaviour within protocols and can also use or integrate with anti virus for malware detection. solusi IPS / IDS memiliki kemampuan untuk mendeteksi ancaman menggunakan database tanda tangan, menggunakan teknik deteksi anomali mencari perilaku abnormal dalam protokol dan juga dapat menggunakan atau mengintegrasikan dengan anti virus untuk mendeteksi malware. Anomaly detection systems target traffic that isn't necessarily bad but used with bad intentions such as lots of traffic to overwhelm a system. sistem deteksi anomali menargetkan lalu lintas yang tidak selalu buruk, tetapi digunakan dengan niat buruk seperti banyak lalu lintas untuk membanjiri sistem. TCP Syn Flood attack is an example. Serangan TCP Syn Banjir adalah contoh.

IPS have the ability to take actions on defined policies such as blocking a connection, providing alerts, logging the event, quarantining the host or a combination of these. IPS memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan kebijakan didefinisikan seperti memblokir sambungan, memberikan peringatan, penebangan acara, karantina host atau kombinasi dari ini. Policies define the rules that specify what should be detected and type of response required. Kebijakan menentukan aturan yang menentukan apa yang harus dideteksi dan jenis respon yang dibutuhkan. Policies will include both signature based rules and anomaly detection rules for learning typical network traffic and setting thresholds for these. Kebijakan akan mencakup aturan berdasarkan baik signature dan aturan deteksi anomali untuk belajar lalu lintas jaringan yang khas dan pengaturan ambang untuk ini. DOS and reconnaissance rules are based on traffic statistics. DOS dan aturan pengintaian didasarkan pada statistik lalu lintas.

IPS solutions also provide logging and alerting on recent attacks so it should be easy to understand and trace an attack, and provide supporting tools that would aid in blocking attacks. solusi IPS juga menyediakan logging dan mengingatkan pada serangan baru-baru ini sehingga harus mudah untuk memahami dan melacak serangan, dan menyediakan alat-alat pendukung yang akan membantu dalam memblokir serangan. Also clicking the attack should provide detailed information about the attack and what can be done to resolve such an attack. Juga mengklik serangan harus memberikan informasi rinci tentang serangan dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan itu. IPS and IDS systems have the ability to search for attacks using different characteristics of an attack such as by attack name, impacted applications, attack ID and so on. IPS dan IDS sistem memiliki kemampuan untuk mencari serangan dengan menggunakan karakteristik yang berbeda dari serangan seperti dengan nama serangan, aplikasi berdampak, serangan ID dan sebagainya.

IPS and IDS systems should be configured to only use signatures they require and to protect the assets required as using all signatures and pointing it to protect everything will use up much more resources such as CPU, memory and bandwidth. IPS dan sistem IDS harus dikonfigurasi untuk hanya tanda tangan penggunaan mereka membutuhkan dan untuk melindungi aset diperlukan sebagai menggunakan semua tanda tangan dan menunjuk untuk melindungi segala sesuatu akan menggunakan lebih banyak sumber daya seperti CPU, memori dan bandwidth. So if it were web server that required protection then only signatures for web servers should be utilised and protecting only the DMZ where web servers are located. Jadi jika itu web server yang diperlukan perlindungan maka hanya tanda tangan untuk server web harus dimanfaatkan dan melindungi hanya DMZ mana server web berada. This can also be further defined to be protocols such as HTTP, RDP, or systems like Unix, Windows or applications such as IIS and Adobe. Ini juga dapat lebih didefinisikan sebagai protokol seperti HTTP, RDP, atau sistem seperti Unix, Windows atau aplikasi seperti IIS dan Adobe.

Attacks should have a severity level that ties to a response such as block, quarantine, log, notify or a combination of these. Serangan harus memiliki tingkat keparahan yang mengikat untuk respon seperti blok, karantina, log, memberitahukan atau kombinasi dari ini.

IPS IDS Deployment IDS Deployment IPS

IPS can be deployed in either span\tap mode, inline or IPS on a stick. IPS dapat digunakan baik dalam modus rentang \ tap, inline atau IPS pada tongkat. In span\tap mode an IPS sensor receives a copy of every packet and can alert on attacks but cannot block them. Dalam rentang modus \ tap sensor IPS menerima salinan dari setiap paket dan dapat mengingatkan pada serangan tetapi tidak dapat memblokir mereka. This is good for when initially testing the system and fine tuning policies before deploying it in inline mode. Ini bagus untuk ketika awalnya menguji sistem dan kebijakan fine tuning sebelum penggelaran dalam mode inline. Inline is where it sits inline with the network and is able to block and alert on attacks. Inline adalah di mana ia duduk inline dengan jaringan dan mampu memblokir dan waspada pada serangan. If you are using a Cisco infrastructure then IPS on a stick can be deployed where packets can be forwarded to multiple IPS sensors using Cisco Ethernet Channel technology. Jika Anda menggunakan infrastruktur Cisco kemudian IPS pada tongkat dapat digunakan di mana paket dapat diteruskan ke beberapa sensor IPS menggunakan teknologi Cisco Ethernet Channel.

Some IPS solutions can be segregated in virtual IPS sensors that are an option for shared environments or MSSP's. Beberapa solusi IPS dapat dipisahkan dalam sensor maya IPS yang merupakan pilihan bagi lingkungan bersama atau MSSP ini.

Bets practice would be to create multiple policies for different resources. praktek taruhan akan membuat beberapa kebijakan untuk sumber daya yang berbeda. define policies for a network segment or for an interface or sub interface for VLANS. menentukan kebijakan untuk segmen jaringan atau untuk sebuah antarmuka atau sub antarmuka untuk VLAN. Also defining the traffic direction so you are only protecting a targeted area such as inbound from the internet to the DMZ. Juga mendefinisikan arah lalu lintas sehingga Anda hanya melindungi area yang ditargetkan seperti masuk dari internet ke DMZ.

Host based Intrusion detection and Network based Intrusion Detection Tuan deteksi intrusi berbasis dan berbasis Jaringan Intrusion Detection

There are a few different types of intrusion systems. Ada berbagai jenis beberapa sistem intrusi. Firstly there's host based (HIDS) and network based (NIDS). Pertama ada host berbasis (HIDS) dan berbasis jaringan (NIDS). Network based (NIDS) monitors for intrusions on the network. Jaringan berbasis (NIDS) monitor untuk gangguan pada jaringan. Host based sits on a computer itself and monitors the host itself. Tuan rumah berdasarkan duduk di komputer itu sendiri dan memonitor host itu sendiri. HIDS are expensive to deploy on all computers, and so are used for servers that require this extra protection, where network based is usually cheaper to purchase as the investment is in one appliance sitting on your network monitoring traffic. HIDS mahal untuk menyebarkan pada semua komputer, dan sebagainya digunakan untuk server yang membutuhkan perlindungan ekstra ini, di mana jaringan berbasis biasanya lebih murah untuk membeli sebagai investasi dalam satu alat duduk di memonitor lalu lintas jaringan Anda.

HIDS and NIDS can come in a number of types of intrusion systems as well; HIDS dan NIDS dapat datang dalam jumlah jenis sistem intrusi juga;

Signature based Signature berdasarkan

Signatures are created by vendors based on potential attacks and attacks that have been taken place in the past. Tanda tangan yang dibuat oleh vendor berdasarkan potensi serangan dan serangan yang telah terjadi di masa lalu. These signatures are scheduled and downloaded by the intrusion software itself. Signature ini dijadwalkan dan di-download oleh software intrusion itu sendiri. Any packets arriving into the network are compared to the set of downloaded signatures comparing these for any attacks. Setiap paket tiba ke jaringan dibandingkan dengan set tanda tangan yang didownload membandingkan ini untuk serangan apapun. Signature based systems are the most common. sistem berbasis signature adalah yang paling umum. Most UTM appliances consist of signature based intrusion prevention/detection systems. Kebanyakan peralatan UTM terdiri dari sistem pencegahan / deteksi intrusi berbasis signature. The only downfall to these systems is that they can not detect new attacks, as they only compare attacks to the signatures their system currently holds. Kejatuhan hanya untuk sistem ini adalah bahwa mereka tidak dapat mendeteksi serangan baru, karena mereka hanya membandingkan serangan untuk tanda tangan sistem mereka saat ini memegang.

Anomaly based anomali berdasarkan

In anomaly based, the system would first need to learn the NORMAL behavior, traffic or protocol set of the network. Dalam anomali berbasis, sistem yang pertama akan perlu mempelajari NORMAL perilaku, lalu lintas atau set protokol jaringan. When the system has learnt the normal state of a network and the types of packets and throughput it handles on a daily basis, taking into account peak times such as lunch time for example for web browsing, then it can be put into action. Ketika sistem telah belajar keadaan normal jaringan dan jenis paket dan troughput menangani setiap hari, dengan puncak kali akun seperti waktu makan siang misalnya untuk web browsing, maka dapat dimasukkan ke dalam tindakan. Now when traffic is detected that is out of the normal state of the network, the anomaly based detection system would take action. Sekarang ketika lalu lintas terdeteksi yang keluar dari keadaan normal jaringan, sistem deteksi berdasarkan anomali akan mengambil tindakan.

The good thing about this type of system is that it can detect new attacks; Hal yang baik tentang jenis sistem adalah bahwa hal itu dapat mendeteksi serangan baru; it does not need to rely on signatures. tidak perlu bergantung pada tanda tangan. The bad thing is if you do not spend time fine stunning the system and maintaining it, it will usually produce many false positives (Stop normal traffic). Hal yang buruk adalah jika Anda tidak menghabiskan waktu yang baik menakjubkan sistem dan mempertahankan itu, biasanya akan menghasilkan banyak positif palsu (Hentikan lalu lintas normal). Also some clever hackers try and emulating their attacks as normal traffic, however this is usually difficult to do from a hacking perspective, but if they get it right, it may fool the ADS system as normal and legitimate traffic. Juga beberapa hacker pintar mencoba dan meniru serangan mereka sebagai lalu lintas normal, namun hal ini biasanya sulit untuk dilakukan dari perspektif hacking, tetapi jika mereka bisa melakukannya dengan benar, mungkin mengelabui sistem ADS sebagai lalu lintas normal dan sah.

Rule based berdasarkan aturan

Rule based systems are more advanced and cleverly built systems. sistem berbasis aturan yang lebih maju dan cerdik dibangun sistem. A knowledge base programmed as rules will decide the output alongside an inference engine. Sebuah basis pengetahuan diprogram sebagai aturan akan memutuskan output samping mesin inferensi. If the defined rules for example all match, a certain assumption can be determined in which an action may take place. Jika aturan yang ditetapkan misalnya semua pertandingan, asumsi tertentu dapat ditentukan di mana tindakan mungkin terjadi. This assumption is the power of the inference engine. Asumsi ini adalah kekuatan mesin inferensi. The inference engine can assume an attack may be occurring because of so many factors; Mesin inferensi dapat mengasumsikan serangan mungkin terjadi karena banyak faktor; this is unique and is very much behaving like the human mind. ini adalah unik dan sangat berperilaku seperti pikiran manusia. In normal computing assumptions can not be made, its either yes or no, but the inference engine adds a different level of thinking; Dalam asumsi komputasi normal tidak dapat dibuat, yang baik ya atau tidak, tapi mesin inferensi menambah tingkat berpikir yang berbeda; it also adds the “Probably” to the list, like humans. itu juga menambahkan "Mungkin" ke dalam daftar, seperti manusia. If it rains and is warm, we can assume it may thunder. Jika hujan dan hangat, kita bisa berasumsi mungkin guntur. If more traffic was leaving the company than usual, as well as coming from a certain server, the inference engine may assume, the server could be compromised by a hacker. Jika lebih banyak lalu lintas adalah meninggalkan perusahaan dari biasanya, serta berasal dari server tertentu, mesin inferensi mungkin menganggap, server bisa dikompromikan oleh hacker.

Many IDS/IPS solutions have combined both signature and anomaly based detection system. Banyak IDS / solusi IPS telah menggabungkan kedua tangan dan sistem deteksi anomali berbasis.

Kesimpulan Dan Saran

Komputer memiliki ribuan port yang dapat diakses untuk berbagai keperluan.  Cara Kerja Firewall dari komputer adalah menutup port kecuali untuk beberapa port tertentu yang perlu tetap terbuka.  Firewall di komputer bertindak sebagai garis pertahanan terdepan dalam mencegah semua jenis hacking ke dalam jaringan, karena, setiap hacker yang mencoba untuk menembus ke dalam jaringan komputer akan mencari port yang terbuka yang dapat diaksesnya.

Teknologi firewall saat ini sudah sangat canggih. Sebelumnya, cara kerja firewall dengan menyaring lalu lintas jaringan yang menggunakan alamat IP, nomor port, dan protokol, tapi saat ini fire-wall dapat menyaring data dengan mengidentifikasi pesan konten itu sendiri. Dengan bantuan fire-wall, informasi sensitif atau tidak layak dapat dicegah melalui interface. Pastikan sistem keamanan jaringan di lapisi firewall.

Referensi



Data Diri

Nama               : Ketut Adi Wijanarko
NPM               : 1144031
Kelas               : D4 Teknik Informatika 3D
Mata Kuliah    : Keamanan Jaringan
Kampus           : Poiteknik Pos Indonesia


URL Github
https://github.com/KetutAdiW/keamanan-jaringan-ketut-adi-wijanarko-1144031-d4-ti-3d-poltekpos/blob/master/doc/kuliah/keamanan-jaringan/pertemuan%209/pertemuan9.md

Plagiarisme
https://drive.google.com/open?id=0B6T8zh1IttsDekxIYTh5ZDE5N00
https://drive.google.com/open?id=0B6T8zh1IttsDczk5eVNBZ1oxcW8

 

Rabu, 04 Januari 2017

Sistem Informasi Geografis 9 Instalasi Mapserver & Map Proxy


Latar Belakang Masalah

MapServer adalah applikasi Open Source yang memungkinkan sebuah data peta diakses melalui web. Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh Universitas Minesotta Amerika Serikat. Hadirnya MapServer menjadikan pekerjaan membuat Peta Digital menjadi lebih mudah dan interaktif. Interaktif peta disini diartikan bahwa pengguna dapat dengan mudah melihat dan mengubah tampilan peta seperti zoom, rotate, dan menampilkan informasi (seperti menampilkan info jalan) dan analisis( seperti menentukan rute perjalanan) pada permukaan geografi.

Pembahasan Dan Solusi Masalah

Instalasi Mapserver


Tahapan instalasi mapserver dijelaskan di bab ini.

Centos 6


Lakukan instalasi mapserver melalui repository elgis dengan menambahkan repository elgis terlebih dahulu, repo elgis sebelumnya juga membutuhkan repo epel

# rpm -Uvh http://download.fedoraproject.org/pub/epel/6/x86_64/epel-release-6-8.noarch.rpm
# rpm -Uvh http://elgis.argeo.org/repos/6/elgis-release-6-6_0.noarch.rpm

Terjadi kesalahan dalam library armadillo di epel. Exclude armadillo dari repo epel karena akan menyebabkan galat. edit file epel.repo tambahkan exclude=armadillo dan install armadillo melalui repo lainnya atau download manual.

# vi /etc/yum.repos.d/epel.repo
[epel]
name=Extra Packages for Enterprise Linux 6 - $basearch
#baseurl=http://download.fedoraproject.org/pub/epel/6/$basearch
mirrorlist=https://mirrors.fedoraproject.org/metalink?repo=epel-6&arch=$basearch
failovermethod=priority
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-EPEL-6
exclude=armadillo*

Instalasi armadillo

# wget http://elgis.argeo.org/repos/6/elgis/x86_64/gdal-1.9.2-4.el6.x86_64.rpm
# yum install armadillo-3.800.2-1.el6.x86_64.rpm

kemudian lanjutkan proses instalasi

# yum install gpsbabel
# yum install gdal
# yum install mapserver
# yum install glibc
# yum install libpng libpng-devel
# yum install gd gd-devel
# yum install giflib-devel
# yum install proj-epsg
# rpm -ql mapserver
# /usr/libexec/mapserver -v

Instalasi Mapproxy


Mapproxy berfungsi untuk melakukan caching agar semua request tidak langsung diteruskan kepada mapserver. Hal ini dilakukan karena pentingnya menjaga performansi aplikasi agar load peta tidak terlalu lama. Langkah instalasi mapproxy:

# yum install python-pip python-devel
# pip install MapProxy

Selanjutnya adalah membuat file config map proxy di dalam direktori /var/mapproxy

# cd /var/
# mapproxy-util create -t base-config mymapproxy

Untuk kebutuhan akses mapproxy dibutuhkan port 8080 yang kita buka dari iptables atau firewall os dengan menggunakan perintah :

# iptables -I INPUT -p tcp --dport 8080 -j ACCEPT 
# service iptables save

Setting apache (opsional)


Langkah ini merupakan langkah pemanggilan mapserver melalui web server Apache, jika anda sudah menggunakan mapproxy atau seudah melakukan instalasi mapproxy maka anda tidak diperlukan lagi melakukan langkah instalasi apache ini. Apache web server membaca mapserver melalui CGI yang merupakan kepanjangan dari Common Gateway Interface, yaitu menjalankan file mapserver langsung melalui url HTTP .Maka sebelumnya anda diharuskan untuk melakukan instalasi apache dengan perintah :

# yum install httpd

buat softlink pada direktori web server atau virtual host yang sudah dibangun

# ln -s /usr/libexec/mapserver /var/www/cgi-bin/mapserv
# mkdir /var/www/html/tmp
# cp /usr/lib64/libmapserver.so /usr/lib64/php-zts/modules

arti sintak diatas adalah membuat softlink atau shotcut dari /usr/libexec/mapserver di direktori /var/www/cgi-bin/mapserv

Untuk apache, edit file /etc/httpd/conf/httpd.conf cari blok dari cgi-bin kita pastikan dari direktori tersebut bisa menjalankan cgi. Dengan melakukan perubahan pada blok Directory /var/www/cgi-bin

<Directory "/var/www/cgi-bin">
  Options Indexes FollowSymLinks ExecCGI
  AddHandler cgi-script sh
  AllowOverride None
  Order allow,deny
  Allow from all
</Directory>

Setelah itu simpan dan restart httpd dengan perintah

# service httpd restart

Untuk kebutuhan akses mapserver dibutuhkan port 80 yang kita buka dari iptables atau firewall os dengan menggunakan perintah :

# iptables -I INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT 
# service iptables save

jalankan url ini dibuka

http://192.168.1.253/cgi-bin/mapserv?map=/var/www/html/agm.map&SERVICE=WMS&VERSION=1.1.1&REQUEST=GetMap&LAYERS=roads&STYLES=&SRS=EPSG:4326&BBOX=94.5011475,-11.007385,141.01947,6.076721&WIDTH=1024&HEIGHT=768&FORMAT=image/png

maka akan keluar peta Berarti anda sudah berhasil melakukan instalasi

Konfigurasi Mapserver dan MapProxy


Persiapan Data


Buat folder mapdata di /var terlebih dahulu kemudian pada direktori tersebut buat kembali direktori dengan nama shp, mapfile, tmp dan common. kemudian taruh file vektor shapefile peta kita di direktori /vaw/mapdata/shp. Dicontohkan disini adalah file peta Indonesia berupa kabupaten dan kota. Setelah itu buat mapfile dengan nama agm.map di direktori mapfile yang berisi :

map
  size 640 480
  imagetype png8
  imagecolor 225 225 225
  shapepath "../shp"
  fontset "../common/fonts/msfontset.txt"
  projection
    "init=epsg:4326"
  end
  debug on
  web
    #imagepath "/var/mapdata/tmp/"
    #imageurl "/demoms/tmp/"
    metadata
      wms_title "Awangga Geo Map"
      wms_srs "EPSG:4326"
      wms_enable_request "*"
    end
  end
  outputformat
    name "png256"
    driver "AGG/PNG"
    imagemode "pc256"
    extension "png"
  end
  outputformat
    name "png"
    driver "AGG/PNG"
    imagemode "rgba"
    extension "png"
    mimetype "image/png"
    imagemode RGBA
  end
  outputformat
    name "png8"
    driver "AGG/PNG"
    imagemode "rgba"
    extension "png"
    mimetype "image/png"
    imagemode RGBA
    transparent ON
    formatoption "QUANTIZE_FORCE=ON"
    formatoption "QUANTIZE_DITHER=ON"
    formatoption "QUANTIZE_COLORS=250"
  end
  outputformat
    name "jpg"
    driver "AGG/JPEG"
    extension "jpg"
    formatoption "QUALITY=85"
  end
  LAYER
    NAME base_map
    group roads
    TYPE POLYGON
    STATUS ON
    DATA "00"
    POSTLABELCACHE FALSE
    PROCESSING "LABEL_NO_CLIP=ON"
    LABELCACHE ON
    LABELITEM "KABKOT"
    CLASS
      #minscale 10000
      maxscale 500000
      Name "indonesia_kab"
      STYLE
        COLOR 102 255 102
        OUTLINECOLOR 200 200 200
        SYMBOL 0
      END
      LABEL
        COLOR  0 0 0
        OUTLINECOLOR 255 255 255
        FONT "FreeSans"
        TYPE truetype
        SIZE 8
        POSITION CC
        PARTIALS TRUE
        MINDISTANCE 50
        REPEATDISTANCE 9999
      END
    END
    METADATA
      "DESCRIPTION"   "Peta Indonesia"
    END
  END
end

Konfigurasi MapProxy


Edit file /var/mymapproxy/mapproxy.yaml yang disesuaikan dengan konfigurasi dan data kita

services:
  demo:
  tms:
    use_grid_names: true
    # origin for /tiles service
    origin: 'nw'
  kml:
      use_grid_names: true
  wmts:
    # use restful access to WMTS
    restful: true
    # this is the default template for MapProxy
    restful_template: '/{Layer}/{TileMatrixSet}/{TileMatrix}/{TileCol}/{TileRow}.{Format}'
    # and also allow KVP requests
    kvp: true
    md:
      # metadata used in capabilities documents for WMTS
      # if the md option is not set, the metadata of the WMS will be used
      title: Awangga GeoMap
      abstract: This is the Awangga GeoMap.
      online_resource: http://www.awangga.net/
      contact:
        person: Rolly Maulana Awangga
        position: Software Engineer
        organization: Belant Persada
        address: Jl. Ligar Nyawang No.2
        city: Bandung
        postcode: 40191
        country: Indonesia
        phone: +62(0)813-12000-300
        fax: +62(0)813-12000-300
        email: rolly@awang.ga
      # multiline strings are possible with the right indention
      access_constraints:
        This service is intended for Sekretariat Negara Only.
        The data is under development on Sekretarian Negara Republik Indonesia.
        (http://setneg.go.id/)
      fees: 'None'
  wms:
    md:
      title: MapProxy WMS Proxy
      abstract: This is a minimal MapProxy example.
 
layers:
  - name: agm
    title: Awangga Geo Map - www.awangga.net
    sources: [agm_cache]
 
caches:
  agm_cache:
    grids: [webmercator]
    sources: [agm_source]
 
sources:
  agm_source:
    type: mapserver
    req:
      layers: roads
      map: /var/mapdata/mapfile/agm.map
    coverage:
      bbox: [94.5011475, -11.007385, 141.01947, 6.076721]
      srs: 'EPSG:4326'
    mapserver:
      binary: /usr/libexec/mapserver
      working_dir: /var/mapdata/tmp
    supported_srs: ['EPSG:4326']
 
grids:
    webmercator:
        base: GLOBAL_WEBMERCATOR
 
globals:

Setelah itu kita coba jalankan maproxy dengan perintah :

# mapproxy-util serve-develop mapproxy.yaml -b 0.0.0.0

Kemudian kita buka demo nya di alamat : http://192.168.1.253:8080/demo/ kemudian masuk ke menu WMS atau WMTS PNG dimana 192.168.1.253 adalah alamat server yang kita install. rresults matching ""No results matching ""

Kesimpulan Dan Saran

Fungsi utama dari MapServer adalah melakukan pembacaan data dari banyak sumber dan menempatkannya kedalam layer-layer secara bersamaan menjadi file graphic. Salah satu layernya bisa saja berupa gambar satelit. Setiap layer saling overlay satu dengan lainnya dan ditampilkan kedalam web browser

Referensi



Data Diri

Nama               : Ketut Adi Wijanarko

NPM               : 1144031

Kelas               : D4 Teknik Informatika 3D

Mata Kuliah    : Sistem Informasi Geografis

Kampus           : Politeknik Pos Indonesia