Selasa, 15 November 2016

Spoofing (Keamanan Jaringan Pertemuan 5)



Latar Belakang

Pada jaringan komputer mungkin banyak terdapat kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Salah satunya terjadi pada pengarahan alamat palsu pada saat kita akan mengakses ke sebuah atau ke internet maka mungkin ada orang yang sedikit iseng atau disengaja melakukan tindakan yang kurang baik. Spoofing misalnya, yaitu proses pemberian alamat palsu kepada korban sehingga korban akan mengikuti alamat palsu tersebut dan tidak sampai pada tujuan akses yang akan dicapai. Maka dari hal itu berikut sedikit penjelasan untuk maupun pencegahan dari tindakan spoofing yang dilakukan untuk hal yang kurang baik.

Penjelasan dan Solusi Masalah

Spoofing adalah “ Teknik yang digunakan untuk memperoleh akses yang tidak sah ke suatu komputer atau informasi, dimana penyerang berhubungan dengan pengguna dengan berpura-pura memalsukan bahwa mereka adalah host yang dapat dipercaya” hal ini biasanya dilakukan oleh seorang hacker/ cracker.

Macam-Macam Spoofing

IP-Spoofing adalah serangan teknis yang rumit yant terdiri dari beberapa komponen. Ini adalah eksploitasi keamanan yang bekerja dengan menipu komputer dalam hubungan kepercayaan bahwa anda adalah orang lain. Terdapat banyak makalah ditulis oleh daemon9, route, dan infinity di Volume Seven, Issue Fourty-Eight majalah Phrack.

DNS spoofing adalah mengambil nama DNS dari sistem lain dengan membahayakan domain name server suatu domain yang sah.

Identify Spoofing adalah suatu tindakan penyusupan dengan menggunakan identitas resmi secara ilegal. Dengan menggunakan identitas tersebut, penyusup akan dapat mengakses segala sesuatu dalam jaringan.

Contoh Web Spoofing



Web Spoofing melibatkan sebuah server web yang dimiliki penyerang yang diletakkan pada internet antara pengguna dengan WWW, sehingga akses ke web yang dituju pengguna akan melalui server penyerang. Cara seperti ini dikenal dengan sebutan “man in the middle attack” [2,5]. Hal ini dapat terjadi dengan beberapa jalan, tapi yang paling mungkin adalah :

Akses ke situs web diarahkan melalui sebuah proxy server : ini disebut (HTTP) application proxy. Hal ini memberikan pengelolaan jaringan yang lebih baik untuk akses ke server. Ini merupakan teknik yang cukup baik yang digunakan pada banyak situs-situs di internet, akan tetapi teknik ini tidak mencegah Web Spoofing.

Seseorang menaruh link yang palsu (yang sudah di-hack) pada halaman web yang populer.

Kita menggunakan search engine (mesin pencari, seperti Yahoo, Alta Vista, Goggle) untuk mendapatkan link dari topik yang ingin dicari. Tanpa kita ketahui, beberapa dari link ini telah diletakkan oleh hacker yang berpura-pura menjadi orang lain. Seperti, pencarian untuk situs bank memberikan salah satu hasil http://www.kilkbca..com, sayangnya kita mungkin tidak mengetahui bahwa URL sebenarnya dari Bank BCA adalah http://www.klikbca.com

Kita menggunakan browser mengakses sebuah Web. Semua yang ada pada NET (baik Internet maupun Intranet) direferensikan dengan Universal Resource Locator (URL). Pertama-tama penyerang harus menulis-ulang URL dari halaman web yang dituju sehingga mereka mengacu ke server yang dimiliki penyerang daripada ke server web yang sebenarnya. Misalnya, server penyerang terletak di www.attacker.com, maka penyerang akan menulis-ulang URL dengan menambahkan http://www.attacker.com didepan URL yang asli.

Cara Melakukan Spoofing

Ada banyak cara melakukan spoofing baik dengan tool maupun manual, diantaranya adalah :
1. TOR
TOR merupakan proyek open source yang dibuat tahun 2001 dan masih dikembangkan sampai sekarang.tor menggunakan konsep yang dinamakan sebagaionion proxy dimana data yang dikirimkan ketempat tujuan akan melalui beberapa proxy yang berbeda-beda setiap waktu yang dipilih secara acak. cara menggunakannya cukup mudah,tinggal jalankan programnya tunggu sebentar lalu akan muncul firefox bawaan tor lalu silahkan cek ip address maka ip addressnya akan tersamarkan.bila ingin memiliki tool ini silahkan download di website resminya yaitu http://www.torproject.org/download/download-easy.html.en

2. Proxy Switcher
untuk menggunakan tool ini pertama kali ini klik tombol download server lalu klik 2x pada proxy yang kita ingin gunakan maka secara otomatis setting dibrowser kita akan berubah menjadi proxy yang kita pilih tadi,hanya saja program ini berlisensi alias berbayar tapi banyak juga tersebar crack untuk program ini.

3. Anonymouse.org
Anonymouse bukanlah program melainkan sebuah website yang menawarkan penyamaran IP kita.kita hanya memasukkan alamat website yang akan dikunjungi dan anonymouse.org akan membukakan website tersebut melalui proxy yang mereka kelola.bila ingin mencoba bisa langsung ke websitenya yaitu http://anonymouse.urg/

Cara Pencegahan IP Spoofing
·         Memasang Filter di Router dengan memanfaatkan ”ingress dan engress filtering” pada router merupakan langkah pertama dalam mempertahankan diri dari spoofing. Kita dapat memanfaatkan ACL(acces control list) untuk memblok alamat IP privat di dalam jaringan untuk downstream
·         Enkripsi dan Authentifikasikita harus mengeliminasi semua authentikasi berdasarkan host, yang di gunakan pada komputer dengan subnet yang sama
Ada beberapa langkah pencegahan yang dapat kita lakuakan untuk membatasi resiko dari IP spoofing dalam jaringan, antara lain :
Memasang Filter di Router – dengan memanfaatkan ”ingress dan engress filtering” pada router merupakan langkah pertama dalam mempertahankan diri dari spoofing. Kita dapat memanfaatkan ACL(acces control list) untuk memblok alamat IP privat di dalam jaringan untuk downstream. Dilakukan dengan cara mengkonfigurasi router-router agar menahan paket-paket yang datang dengan alamat sumber paket yang tidak legal (illegitimate).

Teknik semacam ini membutuhkan router dengan sumber daya yang cukup untuk memeriksa alamat sumber setiap paket dan memiliki knowledge yang cukup besar agar dapat membedakan antara alamat yang legal dan yang tidak.

Enkripsi dan Authentifikasi – kita juga dapat mengatasi IP spoofing dengan mengimplementasi kan authentifikasi dan enkripsi data. Kedua fitur ini sudah digunakan pada Ipv6. Selanjutnya kita harus mengeliminasi semua authentikasi berdasarkan host, yang di gunakan pada komputer dengan subnet yang sama.

Pastikan authentifikasi di lakukan pada sebuah jalur yang aman dalam hal ini jalur yang sudah di enkripsi.
  1. Gunakan authentifikasi berbasis exchange key antara komputer dalam jaringan, seperti IPsec akan menurunkan resiko jaringan terserang spoofing.
  2. Gunakan daftar access control untuk menolak alamat IP privat dalam downsteram interface.
  3. Gunakan filter pada aliran inbound dan outbound .
  4. Konfigurasi router dan switch dengan sedemikian rupa sehingga dapat menolak paket dari luar network yang mengaku sebagai paket yang berasal dari dalam network.
  5. Aktifkan enkripsi session di router sehingga trusted host yang berasal dari luar jaringan anda dapat berkomunikasi dengan aman ke local host anda.

Serangan Spoofing yang dilakukan oleh hacker

Spoofing sering dimanfaatkan oleh para hacker untuk melancarkan serangan-serangan seperti dibawah ini.

A. SMURAF Attack
Merupakan suatu Broadcast ping yang terkirim dan sumber IP terlihat sama dengan IP address korban. Komputer akan merespon balik dan mengirim dan akan meirim Ping Reply ke korban. Ini terjadi secara terus-menerus, sampai mesin korban atau link mengalami overload dan dalam kondisi Denial of Service.

B. Prediksi jumlah rangkaian TCP
Suatu koneksi TCP yang ditandai dengan jumlah rangkaian client dan server, jika jumlah rangkaian dapat ditebak maka para hecker dapat dengan mudah memalsukan IP address.

C. Prediksi rangkaian melalui pemalsuan DNS
Server DNS biasanya mengquery server DNS lain untuk mengetahui nama host yang lain. Hacker mengirimkan recquest ke server DNS target, seolah-olah seperti respon ke server yang sam

Kesimpulan dan Saran

IP spoofing adalah masalah dengan tanpa solusi yang mudah, karena itu sangat melekat dengan desain dalam TCP / IP suite. Memahami tentang bagaimana dan mengapa menggunakan serangan spoofing, dikombinasikan juga dengan beberapa metode pencegahannya yang sederhana, dapat membantu untuk melindungi jaringan Anda dari cloaking yang berbahaya dan pada teknik cracking.

Data Diri
Nama               : Ketut Adi Wijanarko
NPM               : 1144031
Kelas/Prodi     : 3D / D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia
Mata Kuliah    : Keamanan Jaringan

Referensi

URL GitHub
https://github.com/KetutAdiW/keamanan-jaringan-ketut-adi-wijanarko-1144031-d4-ti-3d-poltekpos.git

Senin, 07 November 2016

Retrieve Data Geospasial - Sistem Informasi Geografis Pertemuan 4


Latar Belakang

Dalam pembahasan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang shapefile esri atau data geospasial vektor ESRI yaitu retrieve data geospasial. Juga saya akan sedikit memaparkan penjelasan penjelasan beserta tutorial yang mungkin dapat membantu rekan rekan. ESRI sendiri adalah seperti vendor perusahaan yang ada didalam sistem informasi geografis.

Pembahasan dan Solusi Masalah

ESRI adalah salah satu perusahaan besar di dunia yang bergerak dalam bidang GIS. Kepanjangan dari ESRI adalahEnvironmental Systems Research Institute. Kita akan mengambil data geospasial vektor dari ESRI/Shapefile.
Shapefile ESRI atau biasa disebut shapefile adalah format data geospasial yang umum untuk perangkat lunak sistem informasi geografis. Dikembangkan dan atur oleh ESRI sebagai spesifikasi (hampir) terbuka untuk interoperabilitas data antara ESRI dan produk perangkat lunak lainnya.
Sebuah "shapefile" biasanya terdiri dari kumpulan file yang berekstensi ".shp", ".shx", ".dbf", dan ekstensi lainnya pada sebuah nama yang sama (e.g., "jalan.*"). Saat penggunaan, shapefile sebenarnya yang rujuk adalah yang berekstensi ".shp", namun file ini tidak lengkap dan membutuhkan file lainnya.
Shapefile keruangan digambarkan dengan geometri : titik, garis, dan luasan. Geometri tersebut, sebagai contoh, dapat mewakili pancuran, sungai, dan danau. Tiap bagian memiliki atribut yang menjelaskan atribut tersebut, seperti nama sungai atau temperatur.
Library Python (pyshp) menyediakan membaca dan menulis dukungan untuk format ESRI Shapefile. Format Shapefile adalah Sistem Informasi Geografis format data vektor populer yang dibuat oleh ESRI. Untuk informasi lebih lanjut tentang format ini silakan baca yang ditulis dengan "ESRI Shapefile Teknis Deskripsi - Juli 1998" yang terletak di http://www.esri.com/library/whitepapers/p DFS / shapefile.pdf. Dokumen Esri menggambarkan shp dan berkas SHX format. Namun format file ketiga yang disebut dbf juga diperlukan. Format ini didokumentasikan di web sebagai "Xbase File Format Keterangan" dan berbasis format file database sederhana dibuat pada 1960-an. Untuk lebih lanjut tentang spesifikasi ini lihat: http://www.clicketyclick.dk/databases/xbase/format/index.html

Kedua Esri dan Xbase file format yang sangat sederhana dalam desain dan memori efisien yang merupakan bagian dari alasan format shapefile tetap populer meskipun banyak cara untuk menyimpan dan pertukaran data GIS yang tersedia saat ini.

Pyshp kompatibel dengan Python 2.4-3.x.
Dokumen ini memberikan contoh untuk menggunakan pyshp untuk membaca dan menulis shapefile. lebih namun banyak contoh yang terus ditambahkan ke wiki pyshp pada GitHub, blog http://GeospatialPython.com, dan dengan mencari pyshp di http://gis.stackexchange.com.

Saat sampel sensus blockgroup shapefile dirujuk dalam contoh tersedia di lokasi proyek GitHub di https://github.com/GeospatialPython/pyshp. Contoh-contoh ini adalah lurus ke depan dan Anda juga dapat dengan mudah menjalankan mereka terhadap shapefile Anda sendiri dengan modifikasi minimal.

Penting: Jika Anda baru untuk GIS Anda harus membaca tentang proyeksi peta. Silahkan kunjungi: https://github.com/GeospatialPython/pyshp/wiki/Map-Projections

Saya sangat berharap perpustakaan ini menghilangkan gangguan duniawi hanya membaca dan menulis data, dan memungkinkan Anda untuk fokus pada bagian yang menantang dan menyenangkan proyek geospasial Anda.

contoh
Sebelum melakukan apa pun yang Anda harus mengimpor perpustakaan.
>>> import shapefile
Contoh di bawah akan menggunakan shapefile dibuat dari data AS Biro Sensus Blockgroups mengatur dekat San Francisco, CA dan tersedia dalam repositori github dari pyshp situs GitHub.
Shapefiles membaca
Untuk membaca sebuah shapefile membuat baru "Pembaca" objek dan menyebarkannya nama sebuah shapefile yang ada. Format shapefile adalah acutally koleksi tiga file. Anda menentukan dasar nama file dari shapefile atau nama file lengkap dari salah satu file komponen shapefile.
>>> sf = shapefile.Reader("shapefiles/blockgroups")
OR
>>> sf = shapefile.Reader("shapefiles/blockgroups.shp")
OR
>>> sf = shapefile.Reader("shapefiles/blockgroups.dbf")
Membaca Shapefiles dari File-Like Objects
Anda juga dapat memuat shapefile dari setiap Python file seperti objek menggunakan argumen kata kunci untuk menentukan salah satu dari tiga file. Fitur ini sangat kuat dan memungkinkan Anda untuk memuat shapefile dari url, dari file zip, objek serial, atau dalam beberapa kasus database.
>>> myshp = open("shapefiles/blockgroups.shp", "rb")
>>> mydbf = open("shapefiles/blockgroups.dbf", "rb")
>>> r = shapefile.Reader(shp=myshp, dbf=mydbf)
Perhatikan pada contoh di atas file SHX tidak pernah digunakan. File SHX adalah indeks tetap rekor yang sangat sederhana untuk catatan panjang variabel dalam file shp. File ini opsional untuk membaca. Jika itu pyshp tersedia akan menggunakan file SHX untuk mengakses bentuk mencatat sedikit lebih cepat tapi akan baik-baik saja tanpa itu.
Membaca Geometri
geometri A shapefile ini adalah koleksi poin atau bentuk terbuat dari verticies dan busur tersirat mewakili lokasi fisik. Semua jenis shapefile hanya menyimpan poin. Metadata tentang poin menentukan bagaimana mereka ditangani oleh perangkat lunak.
 
Anda bisa mendapatkan daftar geometri shapefile dengan memanggil bentuk () metode.
>>> shapes = sf.shapes()
Metode bentuk mengembalikan daftar objek Shape menggambarkan geometri dari setiap record bentuk.
>>> len(shapes)
663
Anda dapat iterate melalui geometri shapefile menggunakan metode iterShapes ().
>>> len(list(sf.iterShapes()))
663
Setiap record bentuk mengandung atribut berikut:
>>> for name in dir(shapes[3]):
...     if not name.startswith('__'):
...         name
'bbox'
'parts'
'points'
'shapeType'

Kesimpulan dan Saran

Dari apa yang telah sedikit saya paparkan maka akan dapat sedikit kesimpulan yaitu kita dapat melakukan kegiatan yang ada di sistem informasi geografis ini menggunakan python misalnya pada materi diatas yaitu untuk mengetahui jumlah record, mengetahui apa saja yang ada di isi record, dan lain lain.

Referensi


Data Diri
Nama               : Ketut Adi Wijanarko
NPM               : 1144031
Kelas/Prodi     : 3D D4 Teknik Informatika
Kampus           : Poiteknik Pos Indonesia
Matakuliah      : Sistem Informasi Geografis



Sniffing - Keamanan Jaringan Pertemuan 4


Latar Belakang
Jika anda pengguna komputer yang selalu terhubung pada jaringan / network, misalnya di kantor atau warnet, maka pengenalan pengetahuan salah satu term dalam dunia per hacking an, sniffing, menjadi sangat penting atau wajib. Terutama untuk Anda yang sering beraktifitas dengan melibatkan pengisian berkaitan username dan password, misal aktifitas per email an, elektronik-banking, maintenancemengenai website atau blog, pembelian barang/order di internet menggunakan credit card, dsb. Apa kaitannya sniffing dengan aktifitas yang mengunakan username dan password ? Mari kita bahas.
Pembahasan dan Solusi Masalah
·         Definisi SNIFFING
Saya ambil dari wikipedia Indonesia, : “Sniffer Paket (arti tekstual: pengendus paket — dapat pula diartikan ‘penyadap paket’) yang juga dikenal sebagai Network Analyzers atau Ethernet Sniffer ialah sebuah aplikasi yang dapat melihat lalu lintas data padajaringan komputer. Dikarenakan data mengalir secara bolak-balik pada jaringan, aplikasi ini menangkap tiap-tiap paket dan terkadang menguraikan isi dari RFC(Request for Comments) atau spesifikasi yang lain. Berdasarkan pada struktur jaringan (seperti hub atau switch), salah satu pihak dapat menyadap keseluruhan atau salah satu dari pembagian lalu lintas dari salah satu mesin di jaringan. Perangkat pengendali jaringan dapat pula diatur oleh aplikasi penyadap untuk bekerja dalam mode campur-aduk (promiscuous mode) untuk “mendengarkan” semuanya (umumnya pada jaringan kabel).”
Definisi singkatnya, SNIFFING, adalah penyadapan terhadap lalu lintas data pada suatu jaringan komputer. Contohnya begini, Anda adalah pemakai komputer yang terhubung dengan suatu jaringan dikantor. Saat Anda mengirimkan email ke teman Anda yang berada diluar kota maka email tersebut akan dikirimkan dari komputer Anda trus melewati jaringan komputer kantor Anda (mungkin melewati server atau gateway internet), trus keluar dari kantor melalui jaringan internet, lalu sampe di inbox email teman Anda. Pada saat email tersebut melalui jaringan komputer kantor Anda itulah aktifitas SNIFFING bisa dilakukan. Oleh siapa ? Bisa oleh administrtor jaringan yang mengendalikan server atau oleh pemakai komputer lain yang terhubung pada jaringan komputer kantor Anda, bisa jadi teman sebelah Anda. Dengan aktifitas SNIFFING ini email Anda bisa di tangkap / dicapture sehingga isinya bisa dibaca oleh orang yang melakukan SNIFFING tadi. Sangat berbahaya bukan ?
·         Potensial Bahaya dari SNIFFING
1. Hilangnya privacy
Seperti contoh di atas, jika email Anda bisa ditangkap oleh SNIFFER (orang yang melakukan SNIFFING) maka isi email menjadi tidak lagi bersifat privat / pribadi jika si Sniffer membaca isi email.
2. Tercurinya informasi penting dan rahasia
Password dan username adalah informasi rahasia yang bisa ditangkap oleh Sniffer dengan mudah saat si korban melakukan login di halaman website melalui internet. Jika username dan password tercuri maka dengan mudah si Sniffer mengantinya dengan yang baru kemudian mencuri semua informasi dalam halaman website yang dilindungi dengan password tersebut. Maka dengan begitu si korban hanya bisa gigit jari karena passwordnya telah diubah, sehingga dirinya tidak bisa login, dan isinya telah di acak-acak dan dicuri.
·         Cara melakukan SNIFFING
Biasanya SNIFFING ini dilakukan dengan menggunakan sebuah tool atau software Sniffer. Yang terkenal misalnya : CAIN & ABEL, ETHEREAL, TCPDUMP, ETTERCAP, DSNIFF, ETHERPEAK, AIROPEAK dll. Kemuadian apakah jika kita sudah memiliki tools Sniffing tersebut dengan mudah kita bisa melakukan penyadapan lalu lintas data di jaringan komputer ? Jawabannya, TIDAK MUDAH, sebab lalu lintas data yang ada di jaringan komputer bukan seperti yang tertulis di layar komputer korban. Data tersebut bisa jadi telah di encript atau di acak, sehingga perlu diterjemahkan terlebih dahulu. Mengenai cara lebih detail cara melakukan Sniffing ini, silahkan baca buku atua searching di internet, karena saya belum mempuyai kapasitas untuk mejelaskannya.
·         Mencegah SNIFFING
Hal ini mungkin yang terpenting dari artikel SNIFFING ini. Cara mencegah SNIFFING ini hampir tidak ada. Apakah pengunakan Antivirus yang original dan uptodate bisa mencegahnya ? TIDAK. Apakah penggunakan Firewall bisa mencegahnya ? TIDAK. Mengapa tidak ? Sebab SNIFFING dilakukan pada saat data sudah keluar dari komputer korban dan berada dijaringan komputer, sehingga si Sniffer tidak menyerang secara langsung ke komputer korban. Lalu bagaimana cara pencegahan SNIFFING ini ? Caranya adalah dengan tidak melakukan aktifitas yang sifatnya rahasia (misal, email, e-banking, chatting rahasia dll) pada suatu jaringan komputer yang belum Anda kenal, misanya warnet atau kantor yang memilii komputer yang sangat banyak yang dihubungkan dalam suatu jaringan. Anda harus mengenal orang-orang yang memegang komputer dalam jaringan tersebut. Kenalilah dengan baik apakah mereka pengguna komputer biasa atau pengguna komputer yang memiliki pengetahuan hacking. Gampangnya bila Anda berada pada suatu jaringan komputer yang belum dikenal, jadilah orang yang paranoid atau sangat berhati-hati dalam beraktifitas di dunia internet.
Berikut contoh tutorial sniffing di python
Kami belum menetapkan atribut atau metode di kelas rekening kami sederhana. Sekarang kita akan membuat sebuah instance dari kelas kosong ini:
>>> from Account import Account
>>> x = Account()
>>> print x
<Account.Account object at 0x7f364120ab90>
>>> 
Definisi Metode
 
Sebuah metode berbeda dari fungsi hanya dalam dua aspek:
 
itu milik kelas dan itu didefinisikan dalam kelas
parameter pertama dalam definisi metode harus menjadi referensi "diri" ke instance dari kelas
Metode ini disebut tanpa parameter ini "diri"
Kami memperpanjang kelas kami dengan mendefinisikan beberapa metode. Tubuh metode ini masih belum ditentukan:
class Account(object): 
 
    def transfer(self, target, amount): 
        pass 
 
    def deposit(self, amount): 
        pass 
 
    def withdraw(self, amount): 
        pass 
 
    def balance(self): 
        pass
constructor
Python tidak memiliki konstruktor eksplisit seperti C ++ atau Java, tapi __init __ () metode Python adalah sesuatu yang mirip, meskipun itu sesungguhnya tidak konstruktor. Berperilaku dalam banyak hal seperti konstruktor, misalnya itu adalah kode pertama yang dijalankan, ketika contoh baru dari kelas yang dibuat. nama suara juga seperti konstruktor "__init__". Tapi tegasnya itu akan salah untuk menyebutnya konstruktor, karena contoh baru sudah "dibangun" pada saat metode __init__ disebut.
Tapi bagaimanapun, metode __init__ digunakan - seperti konstruktor dalam bahasa pemrograman berorientasi objek lainnya - untuk menginisialisasi variabel instance dari objek. Definisi metode init terlihat seperti definisi metode lain:
def __init__(self, holder, number, balance,credit_line=1500): 
        self.Holder = holder 
        self.Number = number 
        self.Balance = balance
        self.CreditLine = credit_line
destructor
 
Apa yang kita katakan tentang konstruktor berlaku untuk destructors juga. Tidak ada "nyata" destructor, tetapi sesuatu yang mirip, yaitu metode __del__. Hal ini disebut ketika misalnya akan segera dihancurkan. Jika kelas dasar memiliki metode __del __ (), metode kelas turunan ini __del __ (), jika ada, harus secara eksplisit menyebutnya untuk memastikan penghapusan tepat dari bagian kelas dasar dari contoh.
Contoh berikut menunjukkan kelas dengan konstruktor dan destructor:
class Greeting:
    def __init__(self, name):
        self.name = name
    def __del__(self):
        print "Destructor started"
    def SayHello(self):
        print "Hello", self.name
Jika kita menggunakan kelas ini, kita bisa lihat, "del" tidak secara langsung menyebut __ __del () metode. Ini jelas bahwa destructor tidak disebut, ketika kita menghapus x1. Alasannya adalah bahwa del decrements jumlah referensi untuk objek x1 per satu. Hanya jika jumlah referensi mencapai nol, destructor disebut:
 
>>> from hello_class import Greeting
>>> x1 = Greeting("Guido")
>>> x2 = x1
>>> del x1
>>> del x2
Destructor started
 
Listing lengkap dari Account Class
 
class Account(object):
    def __init__(self, holder, number, balance,credit_line=1500):
        self.Holder = holder
        self.Number = number
        self.Balance = balance
        self.CreditLine = credit_line

    def deposit(self, amount):
        self.Balance = amount

    def withdraw(self, amount):
        if(self.Balance - amount < -self.CreditLine):
            # coverage insufficient
            return False 
        else:
            self.Balance -= amount
            return True

    def balance(self):
        return self.Balance

    def transfer(self, target, amount):
             if(self.Balance - amount < -self.CreditLine):
            # coverage insufficient
            return False 
        else:
            self.Balance -= amount
            target.Balance += amount
            return True
Jika kode tersebut disimpan di bawah Account.py, kita dapat menggunakan kelas dalam shell interaktif Python:
>>> import Account
>>> k = Account.Account("Guido",345267,10009.78)
>>> k.balance()
10009.780000000001
>>> k2 = Account.Account("Sven",345289,3800.03)
>>> k2.balance()
3800.0300000000002
>>> k.transfer(k2,1000)
True
>>> k2.balance()
4800.0300000000007
>>> k.balance()
9009.7800000000007
>>>
Misalnya kita memiliki cacat kecil: Kita dapat langsung mengakses atribut dari luar:

>>> k.balance()
9009.7800000000007
>>> k2.Balance
4800.0300000000007
>>> k2.Balance += 25000
>>> k2.Balance
29800.029999999999
>>>

Kesimpulan dan Saran

Jadi, Sniffing adalah aktifitas pengiriman atau transfer data atau file yang melalui jaringan yang sedang dilewati oleh data atau file tersebut. pada aktivitas sniffing ini memungkinkan terjadi penyadapan melalui jaringan komputer yang sedang dilewati data atau file.

Referensi
Data Diri
Nama               : Ketut Adi Wijanarko
NPM               : 1144031
Kelas/Prodi     : 3D - D4 Teknik Informatika
Kampus           : Poiteknik Pos Indonesia
Matakuliah      : Keamanan Jaringan



Selasa, 01 November 2016

Keamanan Jaringan Pertemuan 3 (Anatomy Of Hacking)



Latar Belakang
Dalam melakukan hacking tentu ada langkah-langkah yang kita lakukan. Hacking adalah upaya untuk melakukan pengawalan dan penjelajahan terhadap system sasaran tanpa menimbulkan kerusakan atau kerugian, juga tidak melakukan pencurian data. Orang yang melakukan hacking disebut sebagai hacker. Antara Hacker, Cracker dan Security Professional perbedaannya tidak begitu besar, karna sama-sama menggunakan tools yang sama, hanya perbedaannya pada itikad dan cara pandang terhadap hal hal yang ada, misalnya mengenai kegiatan probing / (port) scanning sistem orang lain dapat dilegalkan atau tidak.

Penjelasan dan Solusi Masalah
Anatomy of Hacking (Anatomi Hacking) merupakan langkah-langkah secara berurutan yang dilakukan dalam proses Hacking. Anatomi Hacking digunakan untuk bertahan dari serangan-serangan Hacker yang bertujuan negatif terhadap sistem keamanan jaringan kita. Oleh karena itu, langkah-langkah yang terstruktur akan lebih memudahkan dalam perlindungan terhadap aset organisasi secara efektif maupun efisien.
         Langkah-langkah dalam Anatomi Hacking meliputi :
  • Reconnaissance
  • Scanning
  • Gaining Access
  • Maintaining Access
  • Clearing Tracks
Untuk rician mengenai langkah-langkah dalam Anatomi hacking akan dipaparkan sebagaimana penjelasan dibawah ini.
Langkah-Langkah
Pada Bab ini akan dijelaskan apa saja langkah-langkah dalam Anatomi Hacking berikut penjelasan dari setiap langkah serta contohnya.
  1. Reconnaissance
Reconnaissance secara gramatikal bermakna “Pengintaian”, untuk spesifiknya ialah memetakan jaringan dan menjelajahi sebuah jaringan. Serangan ini dilakukan untuk mencari titik kelemahan dari jaringan yang akan dijadikan korban. Pada langkah ini, keberhasilan seorang hacker ditentukan bagaimana ketelitian dalam mempelajari semua tentang jaringan korban yang akan diincar serta mencari informasi sebanyak-banyaknya. Pada langkah ini, tidak ada suatu bentuk gangguan terhadap jaringan korban.
Ada 2 bentuk aktivitas yang dilakukan dalam langkah Pengintaian ini, antara lain :
  • Passive Reconnaissance : Kegiatan memonitor data melalui jaringan komputer, menganalisa dan menarik kesimpulan dari informasi yang didapat tanpa merubah paket data. Contoh : Sniffing, dan Information Gathering
  • Active Reconnaisance : Kegiatan untuk mendapatkan akses kepada sistem informasi jaringan dengan menelusuri sistem target. Biasanya melibatkan port scanning, firewall maupun router. Proses pemanfaatan sistem kemudian dilakukan setelah hacker telah menemukan cara untuk mengakses sistem. Contoh : Mengakses host, mencari port-port, letak router, dan detail OS yang digunakan.
  1. Scanning
Tahapan pre-attack dimana Hacker mengumpulkan informasi jaringan korban yang lebih spesifik daripada langkah sebelumnya yaitu Reconnaissance. Scanning dapat dianalogikan seperti pencuri yang mencari pintu ataupun jendela yang dapat ditembus. Scanning juga dapat diartikan sebagai bentuk pendeteksian sistem yang masih hidup dan dapat diakses melalui internet dan apa saja service yang ditawarkan. Tahap ini merupakan resiko tinggi, jika hacker dapat menemukan kelemahan dari sebuah sistem, maka Hacker dapat mengeksploitasi jaringan tersebut.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : Ping Sweeps, Port Scanning, dan lain-lain.
  1. Gaining Access
Adalah langkah yang paling penting dari Attacking dalam hal potensi kerusakan, meskipun Hacker tidak selalu harus mendapatkan akses ke sistem untuk menyebabkan kerusakan.
Faktor yang memengaruhi kemungkinan penyerang mendapatkan akses ke dalam sistem, meliputi arsitektur dan konfigurasi, skill level user dan admin, dan level akses.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : BufferOverFlows, DoS (Denial of Service), Session Hijacking, dan lain-lain.
  1. Maintaining Access
Setelah Hacker memperoleh akses ke jaringan korban, pada langkah ini Hacker menguasai sistem  dan berusaha memelihara “Kepemilikan dari sistem yang telah dikuasainya, yang berarti Hacker telah berhasil mengeksploitasi kelemahan sistem korban. Dengan kata lain, Hacker telah mengambil alih sistem tersebut. Disini juga Hacker dapat  membentuk suatu pertahanan agar sistem yang telah di”miliki”nya tidak dapat diambil kembali oleh administrator maupun Hacker lain yang juga ingin mendapatakan akses terhadap sistem jaringan tersebut.
Organisasi yang diserang juga dapat melakukan pertahanan dengan menggunakan sistem deteksi intrus (IDS) atau menyebarkan Honeypots dan Honeynets untuk mendeteksi Hacker. Dalam hal ini, Organisasi ahrus memiliki keamanan professional yang diperlukan untuk memanfaatkan konsep perlindungan.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : Backdooring, RootKits, Trojans, dan Trojan Horse Backdoors.
  1. Clearing Attacks
Langkah dimana Hacker menghapus atau membersihkan jejak, bukti kehadiran, maupun aktivitas agar sistem korban  merasa tidak ada sesuatu yang salah dan juga tentunya untuk menjaga akses terhadap sistem yang telah diambil alih dan menghindari adanya deteksi.
Contoh kegiatan yang dilakukan Hacker dalam langkah ini meliputi : Steganography, Tunneling, menghapus file log dan lain-lain
Video : 


Kesimpulan dan Saran
Dalam Anatomy of Hacking, memuat langkah-langkah yang diperlukan dalam aktifitas Hacking sehingga dapat dilakukan secara runtut dan terperinci. Banyak cara yang dilakukan dalam setiap langkah dalam Anatomy of Hacking, yang tentunya sangat variatif sehingga akan cukup menyulitkan untuk diatasi. Oleh karena itu, Network Administrator dituntut untuk cepat dan tanggap dalam menghadapi ancaman Hacker yang dapat menyerang kapan saja dan dengan berbagai cara ataupun teknik yang beragam.

Url GitHub

Data Diri
Nama               : Ketut Adi Wijanarko
NPM               : 1144031
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Mata Kuliah    : Keamanan Jaringan
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia

Referensi